Sinematografi
Apa sih itu sinematografi?
sumber: getty image
Singkatnya, sinematografi merupakan proses untuk membuat film, namun lebih ke gambarnya saja. Sinematografi merupakan gabungan dari fotografi dan videografi, namun ditambah unsur film making di dalamnya.
Sinematik sendiri merujuk baik dari kualitas gambar (jenis sensor dan lensa) cerita, penyuntingan, dan desain produksi. Sinematik bukanlah genre atau jenis video. Perbedaan sinematografi dengan videografi adalah, sinematografi lebih merujuk ke film (cerita, makna, alur, penyutradaraan, dan lain sebagainya), sedangkan videografi lebih ke ETTR (expose to the right) atau lebih dikenal dengan astrada (asal terang gambar ada).
Lebih dalamnya, sinematografi adalah ilmu terapan yang menangkap gambar dan menggabungkannya menjadi rangkaian gambar yang memiliki kemampuan untuk menceritakan ide dan cerita. Seorang juru kamera adalah orang yang bertanggung jawab atas semua aspek visual film. Ini termasuk interprestasi visual skenario, pemilihan jenis kamera, bahan baku yang digunakan, pemilihan lensa, pemilihan jenis filter untuk digunakan di depan lensa atau di depan lampu. Pilihan dan jenis lampu yang sesuai dengan konsep sutradara dan skenario cerita. Fotografer juga mengarahkan gerakan kamera, membuat konsep virtual, dan membuat denah lantai untuk merekam efisiensi. Artinya, juru kamera bertanggung jawab atas semua aspek visual film, baik secara teknis maupun non-teknis.
Sejarah Sinematografi
Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulancahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannya pun mirip. Perbedaannya fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografimenangkap rangkaian gambar. Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkangambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaiangambar.!adi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknikrangkaian gambar atau dalam senematografi disebut montase atau montage.
Color Grading
sumber: getty image
Kemudian yang membedakan videografi dengan sinematografi ialah color grading. Di dalam videografi, color grading hanya untuk mempercantik saja. Berbeda dengan sinematografi yang menggunakan color grading sebagai alat untuk bercerita, pembeda mood, dan lainnya. Contohnya di videografi color grading hanya sebagai pemercantik, warnanya hanya berdasarkan pada bagus atau tidaknya warna tersebut dengan video, sedangkan sinematografi color grading mempunyai maksud yang berbeda, seperti mengapa warnanya magenta, hijau, biru, dan lainnya. Ini disebut psikologi warna.
Terima kasih kak Mario atas ilmunya!
BalasHapusBener banget, emang color grading dalam sinematografi tuh tanpa sadar bisa berpengaruh banget loh. Aku pernah liat video sinematografi yang teknik pengambilan video nya sangat bagus, tapi gaada color grading nya, jadinya ngerasa kayak ada yang kurang wkwk
hahahaha, bener banget ni mas ikrar, semangat terus ngontennya ya!
HapusWah informasi yang diberikan sangat menarik, tentang cinematografi. Mungkin bisa di berikan penjelasan lagi kak tentang jenis jenis cinematografi dan contoh videonya π
BalasHapuswahh boleh banget nih sarannya dari mas yusuf, untuk kedepannya akan saya perbanyak lagi ya mengenai kontennya! π
Hapuswah ternyata seperti ini ya sinematografi, sblmnya kukira sinematografi dg videografi itu satu hal yg sama, terimakasih atas penjelasannya kak :)
BalasHapusOiya saya mau bertanya dikit kak, berarti apakah color grading dalam sinematografi itu dapat menjadi salah satu titik berat dalam penilaian suatu sinematografi ya kak, mengingat fungsinya yang telah dijelaskan sedemikian rupa?
yaaaa bisa dibilang gitu sih mas rizqi, color grading ini merupakan salah satu faktor titik berat yang membedakan sinematografi dengan videografi, karena banyak orang yang masih belum paham perbedaan dari keduanya ✌️
Hapusoalah baru tau kalo sinematogradi dan videografi itu berbeda ..
BalasHapusdulu aku pernah bikin video pendek untuk ikut give away wkwk waktu itu aku kesulitas pada saat pengambilan gambar harus dari sisi yang mana. jadi memang sulit menjadi kameramen itu punya tanggung jawab yang besar untuk mendapatkan gambar visual yang bagus.
colot grading jga sangat berpengaruh ya ternyataa, selama ini aku tidak terlalu memperhatikan itu .. terima kasih atas informasinya kaakk ..
hehe sama sama kak, semoga bermanfaat ya!
Hapuswow this is a very good information for a beginner like me, although it isn’t in english but it's still easily translateable. ty writer!
BalasHapusthank you mike oxlong! do people call u michael? π
Hapuswah menarik sekali, terimakasih atas ilmu barunya! menurutku sinematografi itu penting bgt pada sebuah film. teknik dari cara pengambilan gambar bagi penikmat film pasti menjadi sebuah hal yang begitu diperhatikan saat menonton sebuah film. bukan hanya menghadirkan sebuah keindahan, tetapi teknik pengambilan gambar menjadi sebuah hal yang dapat membantu untuk membangun emosi atau imajinasi dari penonton.
BalasHapusterima kasih banyak kak! ditunggu konten selanjutnyaa
Hapuswaah menarik banget informasinyaa, ternyataa hanya dengan merubah warna dari sebuah film bisa merubah mood dari film itu yah. Kalo dari pengalaman ku ketika kita pengen nyoba untuk color grading sebuah video atau film ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar tidak membuat gambar menjadi rusak yaitu kita harus membuat footage yang kita ambil menjadi se-Flat mungkin.
BalasHapuswahh boleh nih tambahan dari mas salman, terima kasih ya mas ✌️
HapusKak Mario, Izin bertanya. Apakah colour grading di pengaruhi oleh gelap terangnya cahaya? Jika dalam sinematografi penggunaan colour grading sebagai alat bercerita. Apakah ada opsi lain selain penggunaan colour grading agar sinematografi terlihat lebih nyata? Terimakasih
BalasHapuscolor grading bisa dipengaruhi oleh gelap terangnya cahaya kok, contohnya: ketika gelap dengan banyak cahaya suasana moodnya akan berbeda dengan gelap tanpa cahaya, gelap tanpa cahaya terkesan menggambarkan suasana "horror." Untuk penggunaan color grading sebenarnya cukup disesuaikan saja dengan scene yang terjadi, misalnya ketika sedang scene yang menunjukkan suasana bahagia, kita menggunakan color grading warna cerah seperti kuning, sebaliknya jika scene sedang menggambarkan kesedihan, kita menggunakan warna yang agak gelap.
Hapussangat informatif untuk saya, semoga kedepannya bisa diteruskam lagi.
BalasHapusterima kasih kak, ditunggu ya konten selanjutnya!
Hapusinformasi yang sangat menarik dan attractive untuk dibaca ya mas mario, semoga kedepannya selalu up to dateπ
BalasHapusbtw, ada yang punya wl?
terima kasih, maaf saya tidak punya wl
Hapustapi ada barang yang gk dipake? π
BERMANFAAT SEKALI KONTENNYA. TERIMAKASIH BANG MARIO. :)
BalasHapusterima kasih, santai dong hehe
HapusTerimakasih atas Informasinya, sangat mengedukasi masyarakat awam termasuk saya yang belum tahu mengenai apa itu sinematografi. Semoga situs ini kedepannya dapat terus memberikan informasi & konten yang bermanfaat.
BalasHapusterima kasih, rlly appreciate it :D
HapusBahasan yang sangat menarik untuk terus diikuti. Btw, gimana sih kak caranya biar video yang di shot dan dibuat itu estetik>.< mungkin dari posisi pengambilannya kah?, kestabilan perangkat, pewarnaan dan lainnya mungkin bisa di perdetail sebagai bahasan di konten selanjutnya. Terima kasih ^o^
BalasHapusbanyak yang perlu diperhatikan, salah satu yang utama seperti perangkatnya itu sendiri, kalau bisa menggunakan perangkat yang tidak patah - patah saat perekaman video. Kemudian kestabilan video (pake stabilizer atau letakkan alat yang kamu gunakan di atas permukaan datar), pengambilan posisi gambar itu salah satu yang utama. Untuk yang baru mulai mungkin bisa belajar dari centered object (merekam dengan objek berada tepat di tengah). Untuk pewarnaan saya cenderung lebih ke low contrast, tapi bisa disesuaikan kok, yang penting jangan terlalu gelap atau terang. Terima kasih juga kak, semoga bisa dijadikan untuk bahan konten selanjutnya!!
Hapus